Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, July 07, 2009

Makanan Vegetarian Bantu Cegah Penyakit Kronis

090701103002-large Kabar gembira bagi para penikmat kuliner makanan vegetarian, makanan anda bisa mencegah anda dari penyakit-penyakit kronis seperti jantung, kanker, kegemukan, dan diabetes. Setidaknya itulah kesimpulan yang disampaikan oleh Asosiasi Diet Amerika. Kesimpulan ini dipublikasikan pada bulan Juli ini di Journal of the American Dietetic Association.


Asosiasi ini menyatakan bahwa makanan vegetarian, baik vegetarian total maupun tidak adalah sangat baik dan sehat, dari segi gizi juga memadai, dan juga menyimpan keuntungan kesehatan tersendiri dalam pencegahan dan perlakuan terhadap penyakit tertentu. Makanan vegetarian yang direncanakan secara baik sangat cocok untuk individu, bahkan selama proses kehamilan atau menyusui. Makanan ini juga sangat baik bagi anak-anak dan dewasa juga bagi olahragawan.

Makanan vegetarian seringkali dihubungkan dengan keuntungan kesehatan termasuk tingkat kolesterol darah yang rendah, resiko yang rendah terhadap penyakit jantung, tingkat tekanan darah yang lebih rendah dan mengurangi resiko darah tinggi, juga resiko diabetes tipe 2. Menurut Asosiasi ini kaum vegetarian cenderung memiliki index masa tubuh yang lebih rendah dan menurunnya resiko terkena kanker. Ini disebabkan oleh kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang rendah dan tingginya kandugan serat, magnesium dan kalium, vitamin C dan E, folat, karotenoid, flavonoid, dan senyawa fitokimia lainnya.

Sumber : Sciencydaily.com

Friday, July 03, 2009

Frekuensi Seks Bisa Perbaiki Kerusakan Sperma

 

Kabar gembira bagi anda pasangan suami-isteri yang mengalami masalah kesuburan dan ingin memiliki keturunan. Menurut beberapa dokter ada cara terbaik memiliki momongan, yaitu dengan lebih giat melakukan hubungan seks. Atau dengan kata lain frekuensi hubungan suami-isteri semakin ditingkatkan.

 

Penelitian Dr. David Greening dari Sydney IVF, sebuah pusat kesuburan Australia mengindikasikan bahwa peningkatan aktifitas seksual merupakan pendekatan yang benar dalam memperbaiki masalah kesuburan. Dr Greening melakukan studi terhadap 118 pria yang memiliki kerusakan DNA sperma di atas rata-rata. Partisipan ini diminta mengeluarkan spermanya setiap hari selama seminggu, dan setelah dikalkulasikan kerusakan sperma mereka mengalami penurunan dari 34 persen menjadi 26 persen.

 

Beberapa ahli percaya bahwa jika sperma terlalu lama berada di dalam tubuh maka resiko kerusakan akan semakin tinggi dan ejakulasi rutin bisa mengurangi peluang terjadinya kerusakan DNA sperma. Para ahli ini mengatakan bahwa penelitian ini sangat menjanjikan, namun belum terbukti kebenarannya bahwa hubungan seks setiap hari secara nyata dapat meningkatkan peluang lahirnya lebih banyak bayi. Karena kualitas sperma ditentukan juga oleh kebiasaan hidup orang yang bersangkutan. Misalnya didapatkan data bahwa kualitas sperma orang yang tidak merokok, minum alcohol, sering berolahraga, dan cukup asupan antioksidan jauh lebih baik dari mereka yang perokok, pecandu alcohol, malas olahraga, dan kurang asupan antioksidan pada makanannya.

 

Tetapi tentu tidak semua ahli kesehatan setuju dengan pernyataan Dr. Greening. Bill Ledger, professor dari University of Sheffield berkata bahwa DNA sperma hanyalah bagian kecil dari misteri masalah kesuburan. Ledger berpendapat bahwa dorongan untuk lebih sering melakukan hubungan seks untuk mengatasi masalah kesuburan justru bisa menambah beban tersendiri pada pasangan tersebut, yang tentu sebelumnya juga sudah dalam kondisi penuh tekanan karena keinginannya memiliki keturunan yang belum tercapai.

 

Jadi pada akhirnya terserah anda, mau mengikuti saran Dr. David Greening atau sebaliknya lebih setuju dengan pendapat yang bersebrangan yang diungkap Prof. Bill Ledger.

 

Sumber: www.healthnews.com

Saturday, June 20, 2009

Cepat Lelah? Mungkin Rokok Penyebabnya!

Akhir-akhir ini anda sering merasa cepat capai atau lelah? Padahal anda masih muda dan tampak kuat? Anda juga bukan penderita anemia? Jangan bingung, mungkin ini datang dari kebiasaan anda menghisap rokok!

Seperti dilansir sciencedaily.com, otot para pecandu rokok akan cepat terasa capai dibandingkan orang yang bukan perokok. Seorang peneliti, Rob Wüst, dalam tesis PhD-nya menyimpulkan bahwa rokok memiliki efek langsung pada otot. Hal ini dimungkinkan karena asap rokok dapat mengurangi suplai oksigen ke otot, yang pada akhirnya menyebabkan otot para perokok mengalami kekurangan oksigen.

Dalam penelitiannya, Wüst melibatkan sejumlah perokok dan non perokok dengan fungsi paru-paru yang normal sebagai subjek ujinya. Dia merangsang otot kaki bagian atas para subjek, yang menyebabkannya berkontraksi secara berkesinambungan. Kemudian Wüst mengamati kejadian apa saja yang terjadi pada otot tersebut. Ternyata hasil penelitian ini menunjukkan bahwa otot para perokok terlihat lebih cepat mengalami kelelahan dibanding otot yang bukan perokok, terlepas dari berapa jumlah rokok yang dikonsumsi para perokok ini dan berapa lama mereka sudah menghisap rokok.

Jadi bisa jadi, anda cepat lelah karena kebiasaan merokok yang dimiliki. Jadi mulai dari sekarang jauhi rokok, bukan demi orang lain, tetapi demi anda sendiri.



Monday, June 08, 2009

Mengenal Lebih Dekat Hormon Rasa Lapar

Anda sering merasa lapar ketika melihat makanan yang menarik di depan mata meski perut baru saja diisi? Tentu sering bukan! Apa makanan yang terlihat enak itu yang membuat kita merasa lapar? Ternyata tidak. Penelitian terbaru yang dilakukan Universitas Cincinnati menunjukkan bahwa yang bertanggung jawab terhadap munculnya rasa lapar ini adalah hormon ghrelin. Hormon yang ternyata justru diaktifkan oleh lemak yang berasal dari makanan yang kita konsumsi.

Jadi sangatlah wajar jika kita seakan tidak mau berhenti ketika menikmati makanan yang banyak mengandung lemak, misalnya gorengan. Karena lemak dalam gorengan ini akan mengaktifkan enzim rasa lapar kita. Jadi bisa jadi inilah awal dari penyakit kegemukan mendera kita.

Hormon ghrelin sendiri dipercaya terakumulasi selama periode puasa dan akan ditemukan dalam jumlah tinggi sesaat setelah makan. Karenanya hormon ini sering dikenal sebagai hormon rasa lapar (hunger hormone).

Hormon ghrelin bersifat unik. Hormon ini untuk aktif membutuhkan proses alkilasi (penambahan suatu asam lemak) oleh enzim spesifik (ghrelin O-acyl transferase, or GOAT). GOAT sendiri diproduksi saat tubuh kita dalam keadaan puasa.

Data menunjukkan bahwa asam lemak yang dibutuhkan untuk mengaktifkan ghrelin berasal dari lemak yang kita konsumsi. Model awal menunjukkn bahwa sistem ghrelin adalah suatu sensor lipid di dalam perut yang memberikan informasi kepada otak ketika adanya kalori yang kita konsumsi. Ini seperti lampu hijau bagi berlangsungnya proses konsumsi kalori .

Studi pada manusia yang dilakukan di Universitas Virginia menunjukkan bahwa selama puasa, jumlah ghrelin yang aktif tidak terlalu signifikan bahkan cenderung flat. Tetapi dengan adanya lemak yang berasal dari makanan, terjadi peningkatan level ghrelin aktif yang cukup signifikan.

Penelitian ini dianggap penting karena dipercaya bisa digunakan untuk terapi penderita obesitas di masa mendatang. Jadi bagi anda yang kegemukan, mudah-mudahan penelitian ini adalah awal yang baik penyelesaian masalah anda.

Sumber : Science Daily