Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, February 20, 2010

Protes Tubuh Agar Kita Berolahraga

Saat kita mendapatkan perlakuan yang tidak nyaman dari sekitar kita, tentu kita akan menunjukkan respon baik itu perlawanan secara langsung maupun tidak. Hal tersebut ternyata juga dilakukan oleh tubuh kita. Seringkali tubuh memberikan respon tanda protes kepada kita. Salah satunya saat tubuh mulai mendemo kita agar segera melakukan olahraga, maka akan ada beberapa tanda yang diberikannya. Berikut saya kutipkan dari artikel kesehatan Kompas.

Di bawah ini adalah kondisi yang bisa menjadi 'warning' bahwa sudah saatnya Anda berhenti menunda menjalankan niat untuk berolahraga:

1. Terengah-engah saat naik tangga
Jika terbiasa menumpang lift, coba deh sesekali Anda 'manjat' ke kantor dengan menggunakan tangga. Tak perlu tinggi-tinggi, dua lantai saja sudah cukup. Jika baru naik separuh jalan Anda sudah mulai terengah-engah, maka segeralah atur jadwal untuk berolahraga.

Ketika melakukan aktivitas fisik yang berat, denyut nadi bertambah cepat dan kebutuhan tubuh akan oksigen meningkat. Napas yang terengah-engah menandakan tubuh Anda kekurangan oksigen. Rutin berolahraga bermanfaat melancarkan peredaran darah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh.

2. Badan lemas dan lesu berkepanjangan
Perasaan lesu dan lemas yang tak kunjung lenyap bahkan setelah beristirahat, bisa jadi mengindikasikan Anda menderita chronic fatigue syndrome. Salah satu jenis pengobatan yang direkomendasikan oleh para ahli adalah dengan melakukan olahraga. Olahraga akan membantu meningkatkan level oksigen di dalam tubuh serta memproduksi hormon endorfin yang mampu mendatangkan perasaan senang dan sehat.

3. Sering telat mikir
Kegiatan olah fisik memang ampuh membantu melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Dengan begitu, otak Anda akan mendapatkan suplai oksigen dan air yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Makanya, peredaran darah yang kurang lancar bisa membuat kerja otak terhambat sehingga Anda memiliki masalah dalam mengakses informasi.

4. Punya masalah tidur
Masalah tidur seperti insomnia seringkali disebabkan oleh gangguan psikis yang mengakibatkan tubuh kesulitan beristirahat. Menurut Shawn Talbott, Ph.D, penulit The Cortisol Connection, olahraga adalah kegiatan yang amat efektif untuk meredakan stres.

5. Bolak-balik terserang flu
Penyakit flu disebabkan oleh virus yang menyerang ketika pertahanan tubuh kita sedang lemah. Untuk menghindarinya, maka sistem imunitas tubuh perlu diperkuat dengan melakukan olahraga. Olahraga teratur berguna memperbaiki fungsi sistem limfatik serta meningkatkan kadar leukosit, sel darah putih yang dalam sistem imunitas tubuh berfungsi memerangi infeksi.

Saturday, January 23, 2010

Perangi Ketuaan dengan Video Game

Para ahli di North Carolina State University menemukan keuntungan di balik video game bagi manusia lanjut usia (lansia). Menurut mereka, permainan dalam video game berpotensi membantu lansia menjaga ketajaman ingatan dan daya responnya.

Potensi video games dalam hal menjaga ketajaman ingatan juga telah dilaporkan pada studi di tahun 2008 oleh para peneliti dari bagian neuroscience &psychology, the University of Illinois. Dalam studi ini, 40 orang yang berusia 60 sampai 70 tahun diminta untuk bermain Rise of Nations, suatu game strategi untuk komputer yang juga menjadi kegemaran para anak muda (termasuk di Indonesia) dan sangat mudah ditemui di toko-toko video game.

Dalam riset ini para peneliti mengukur kemampuan kognitif dari para pemain, yang sebelumnya tidak ada satu pun diantara mereka yang pernah memainkan video game (apapun) untuk jangka waktu dua tahun belakangan. Para peneliti kemudian mengajak mereka bermain Rise of Nation dengan total waktu hampir 24 jam dalam periode delapan minggu.

Studi ini kemudian menemukan, lansia yang bermain video game strategi ini dapat memperbaiki kemampuan daya ingat (ketika diberikan tes memori) dan daya kognisinya.


Sumber: HealthDaily

Thursday, January 14, 2010

Katakan "TIDAK" Untuk Suplemen

Suplemen akhir-akhir ini seakan sudah menjadi trend budaya kesehatan kita. Setiap orang seakan pasti membutuhkan suplemen dalam mendukung segala aktivitas kesehariannya. Padahal benarkah itu?

Sebenarnya kalau merujuk ke asal katanya, suplemen berarti tambahan. Jadi suplemen hanya kita konsumsi jika kita benar-benar sangat membutuhkannya (misalnya sakit). Kalau selama kita bisa bisa mencukupi segala kebutuhan nutrisi kita dari diet seimbang (cukup asupan karbohidrat, lemak, protein, ditambah vitamin dan mineral), kenapa sungkan mengatakan TIDAK untuk suplemen.

Menurut pakar gizi dari Universitas Indonesia, Prof Dr Walujo Soerjodibroto, MsC, PhD (yang dikutip oleh Kompas.com), suplemen yang dijual bebas di pasaran sebenarnya tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Yang terjadi bisa kelebihan atau kekurangan. Ini karena suplemen seperti itu tidak bisa diresepkan oleh dokter sehingga takarannya tak terkontrol.

Berikut saya sajikan data dari ( http://dianfm.wordpress.com) tentang fakta-fakta buruk suplemen:

Ø Konsumsi berlebihan suplemen antioksidan seperti vitamin A, E dan betakaroten justru meningkatkan resiko kematian.

Ø Cara terbaik mendapat antioksidan untuk kesehatan kulit adalah lewat asupan vitamin dan minyak dari makanan bukan dari suplemen.

Ø Suplemen vitamin D berlebihan justru berbahaya bagi ginjal dan hati.

Ø Mengkonsumsi suplemen berupa minuman berenergi dapat meningkatkan tekanan darah.

Ø Suplemen herbal dan natural pengganti Viagra yang diklaim lebih aman juga mengandung bahaya, seperti meningkatkan tekanan darah, bahkan mengakibatkan stroke.

Ø Terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C akan mengganggu penyerapan tembaga, yang meskipun dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil, namun penting mengatur susunan kimia dan kinerja tubuh.

Ø Terlalu banyak suplemen mengandung fosfor akan menghambat penyerapan kalsium.

Ø Kelebihan vitamin A, D, K dan zat besi yang tidak dapat dibuang tubuh berbalik menjadi racun.


Nah kalau sudah begini, masihkah kita menganggap suplemen WAJIB kita konsumsi? Semua tentu pada akhirnya terserah kita.

Friday, November 27, 2009

Cegah Pikun Dengan Sikat Gigi

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut, salah satunya adalah menjaga agar ingatan tetap tajam. Demikian menurut studi terkini yang dipublikasikan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery, and Pscychiatry.

Menurut para ahli, patogen penyebab gangguan gigi yang disebut Porphyromonas gingivalis dalam jumlah banyak di mulut, terutama pada orang lanjut usia bisa menyebabkan gangguan daya ingat. Patogen ini bisa disingkirkan bila kita rajin menyikat gigi dua kali sehari serta rutin memeriksakan gigi ke dokter.

Dr. James M.Noble dari Columbia College of Physician and Surgeon, New York, AS, mengatakan, orang dengan patogen Porhyromonas gingivalis cukup banyak diketahui mengalami gangguan dalam mengingat huruf atau angka dalam tes keterampilan daya ingat.

Dalam studinya, Noble dan timnya melakukan tes terhadap 2.300 pria dan wanita berusia 60 tahun atau lebih yang diperiksa kesehatan giginya dan mengikuti berbagai tes kemampuan daya ingat dalam National Health and Nutrition Examiniation Survey III yang dilakukan antara tahun 1991 dan 1994.

Secara umum, 5,7 persen lansia mengalami kesulitan dalam tes daya ingat dan 6,5 persen gagal dalam tes penjumlahan dan pengurangan. Para responden yang memiliki kadar patogen tertinggi (lebih dari 119 unit) diketahui yang paling banyak gagal dalam tes tersebut.

Sebelumnya, para ahli telah mengaitkan kondisi gigi dengan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan Alzheimer. Penyakit gusi juga memengaruhi kemampuan otak dalam mengingat.

Sumber: Kompas.com