Sewaktu masih tinggal di kampung, Babakan; sebuah desa kecil di wilayah Cirebon, dukun beranak adalah orang paling sibuk dicari saat ada ibu-ibu yang mau melahirkan.
Dengan peralatan sederhananya, sang dukun dengan suka cita mendatangi tempat ibu yang mau melahirkan. Dari mulai proses persiapan, sampai proses pengurusan si jabang bayi, si dukun dengan setia menemani.
Mungkin sama seperti di kampung, di kota juga berlaku hal yang sama. Tapi bedanya, yang turun tangan bukan dukun melainkan dokter, dan bukan dukun yang mendatangi pasien, tapi pasien yang mendatangi dokter.
Beda lainnya, di rumah sang ibu, sama sekali tidak ditemukan susu formula! Nah kalau di rumah sakit, jangan ditanya! (mungkin juga karena mereka kerjasama sama produsen susu formula).
Di kampung, kalau ibu si bayi keluar air susunya sedikit, si dukun akan bilang, "Nggak apa-apa, ini baru pertama, biasa. Perbanyak aja makan sayur daun katuk dan jamu pelancar ASI. Selain itu coba bayinya diarahkan agar menyedot lebih keras"
Nah sebaliknya di rumah sakit, kalau ibu si bayi keluar air susunya sedikit, maka susternya akan bilang "Ibu, sambil dicoba terus pakai ASI, kami kasih susu formula supaya anak ibu tidak kelaparan karena kurang makan.." (tapi mungkin juga tidak semua rumah sakit seperti ini)
Dan akhirnya, senang atau tak senang si ibu menuruti apa kata suster. Diserahkanlah bayinya untuk diberi susu tambahan.
Anda tau? saat si anak sudah mengenal dot, maka dia akan menjadi mulai asing dengan puting susu milik ibunya. Si bayi akan lebih asyik menyusu lewat dot karena lebih cepat keluar dan mudah! Dan akhirnya impian memberikan ASI eksklusif kepada si anak menjadi tidak optimal. Padahal selama 72 jam setelah bayi lahir, payudara ibu akan memproduksi colostrum, yang sangat kaya akan potein, mineral, dan vitamin A, D, dan B12, yang rendah lemak dan energi.
Kalau seandainya kita tahu, susu formula sehebat apapun diramu tetap saja kalah dengan ASI. Alasannya:
1. ASI memiliki formula terbaik yang dibutuhkan anak karena mengandung semua nutrisi tubuh dengan jumlah yang sangat tepat sesuai kebutuhan si bayi.
2. ASI mengandung agen pelindung optimal. Antibodi dan faktor-faktor yang lain melindungi bayi dari infeksi seperti infeksi pencernaan, batuk dan flu, serta infeksi telinga. Faktor pertumbuhan dan hormon yang terkandung di dalamnya memiliki peranan penting dalam perkembangan si anak.
3. ASI menjaga kesehatan jangka panjang si anak karena ternyata ASI mampu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis dan bisa mengurangi terjadinya tingkat alergi pada bayi.
4. ASI sangat mudah dicerna dan diserap, sehingga bisa mengurangi penyakit yang berhubungan dengan pencernaan seperti susah buang air besar (sembelit) dan diarrhoe.
5. ASI merupakan sarana transisi yang paling baik, sehingga menyebabkan bayi lebih mudah menerima makanan keluarganya ketika air susu ibu mulai dihentikan pemakaiannya.
6. ASI sebagai sarana komunikasi yang efektif antara si ibu dan si bayinya.
Mudah-mudah dengan ini kesadaran kita lebih terbuka akan pentingnya ASI bagi kehidupan anak kita. STOP Pemakaian Susu Fromula...!
Sunday, February 24, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)









0 comments:
Post a Comment