Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, April 09, 2008

Makan dengan Kata Hati

Mahatma Gandhi pernah berkata, "True taste is in the heart, not on the tounge". Beliau menganjurkan kita makan bukan hanya sekedar dengan mulut atau lidah tetapi juga dengan hati.

Kenapa hati punya peranan penting ketika kita makan? Usut punya usut ternyata keadaan hati kita yang nyaman, tenang dan penuh syukur membuat makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan mengalami metabolisme lebih baik.

Hati juga bisa kita jadikan sebagai penasihat saat tubuh ini memerlukan makanan. Tidak hanya sekedar kenyang, makanan yang kita konsumsi harus memiliki manfaat yang besar bagi tubuh kita. Dengan demikian kesimbangan kesehatan akan terjaga dengan baik.

Mungkin ini beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam menjaga keselarasan pola makan kita.

1. Hindari memilih makanan karena faktor emosi atau selera sesaat. Yang terpenting adalah apakah tubuh kita benar-benar butuh makanan tersebut. Apakah gizinya cukup buat kebutuhan nutrisi kita.

2. Hindari perilaku makan yang berlebihan seperti kekenyangan, apalagi sampai membuang-buang makanan.

3. Makan dengan hati yang senang. Neurolopsikologis menemukan bahwa orang yang menghargai makanan dan saat-saat mereka makan, akan lebih efektif dan efisien dalam mencerna makanan. Dibanding orang yang makan sambil nonton televisi, dll.

4. Kunyahlah makanan kita sampai lembut, atau dengan kata lain jangan terburu-buru saat makan. Bahkan dalam ajaran islam, dalam memakan sesuatu kita dianjurkan mengunyah makanan dalam mulut minamal 32 kali, artinya harus benar-benar halus. Ini akan membantu tugas berat lambung dalam melakukan proses lanjutan. Selain itu mengunyah dalam waktu yang cukup lama membuat enzim pencernaan dalam mulut akan bekerja lebih maksimal sehingga akan lebih mengefektifkan proses diserapnya nutrisi ke dalam tubuh kita.

5. Jangan banyak minum saat makan. Terlalu banyak cairan yang masuk saat minum membuat asam lambung dan enzim pencernaan menjadi terencerkan. Akibatnya kerja mencerna makan pun tidak berjalan secara efektif. Para ahli nutrisi Cina menganjurkan kita minum 1-2 jam sebelum atau sesudah makan (tidak pada saat kita makan).

6. Hindari makan sambil mengerjakan aktifitas fisik. Saat kita makan, satu setengah bagain dari suplai darah seluruh tubuh diperlukan organ pencernaa ketika mencerna makanan. Kegiatan fisik saat makan akan memindahkan suplai darah dari organ pencernaan, sehingga aktifitas metabolisme menjadi tidak efektif. Biasakan beristirahat dari aktifitas fisik 1 jam sebelum makan untuk membantu aliran suplai darah ke organ pencernaan.

Sumber
Intisari Edisi Mind, Body, & Soul

0 comments: