Beranjak dari rasa penasaran mendengar hadist nabi,
"Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatussauda (jintan hitam/nigella sativa). Karena di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan segala macam penyakit kecuali kematian (HR. Al-Bukhari & Muslim)",
maka saya mencari bukti-bukti riset yang mendukungnya, tentu dalam rangka menambah keyakinan itu.
Dan apa yang saya dapat?
Tahun 1959, peneliti Mesir, Mahfouz & El-Dakhakhny, mengisolasi zat aktif nigellone dari minyak atsiri jintan hitam. Dan ternyata kandungan utama dalam minyak jintan hitam adalah nigellone dan thymoquinone.
Jintan hitam juga ternyata mengandung: * Asam Oleat (Omega 9), Linoleat (Omega 6), Linolenat (Omega 3) * Minyak-minyak volatile atau minyak esensial * Fitosterol * Alkaloid (Nigelleine dan Nigellamine-n-oxide) * Asam-asam Amino
Dr. Basil Ali dan koleganya dari College of Medicine, di Universitas King Faisal, berhasil membuktikan " jintan hitam dapat meningkatkan jumlah cells T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72% jika dibandingkan dengan plasebo (hanya 7%) yang dipublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi.
Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich mengakui bahwa ekstrak jintan hitam dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian, Nigella dapat dijadikan obat untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.
Pada kongres kanker internasional di New Delhi, minyak Nigella diperkenalkan ilmuan kanker Immono Biology Laboratory, dari California Selatan. "Nigella sativa dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan. Interferon-nya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi.
Dr. Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich ia melakukan pengujian terhadap 600 orang yang menderita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan, 70% yang menderita alergi terhadap debu, serbuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella (jintan hitam). Dalam praktiknya, DR. Schleincher memberi resep Nigella ke pasiennya yang menderita influenza. Jadi jintan hitam bisa digunakan sebagai anti histamin.
Pada tahun 1992, Jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan minyak atsiri pada jintan hitam lebih ampuh untuk membunuh strain bakteri V Cholera dan E Coli dibandingkan dengan anti biotik seperti ampicillin dan tetrasiklin.
Koordinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat pada Nigella dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian dimuat dalam literatur penelitian Potchestroom, tahun 1989.
Belum lagi kandungan asam amino essensial omega 3, 6, dan 9 yang terdapat pada Nigella merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak balita dan janin.
Dan masih banyak bukti ilmiah lainnya. Jadi saya kemudian berpikir, tidak ada salahnya mencoba bukan?
Saturday, June 07, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)












0 comments:
Post a Comment