Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, April 15, 2008

Dietary Detox

Yakinkah makanan kita sudah benar-benar sehat? Atau tubuh kita benar-benar terjaga dari paparan racun? Yakinlah jawabnya, 100% tidak yakin! Apalagi bagi kita yang tinggal di daerah perkotaan.

Meski kita tidak benar-benar yakin bebas dari racun yang setiap hari memang mengelilingi kita, minimal kita punya cara untuk sedikit banyak bisa mengurangi risiko akumulasinya zat toksik di tubuh kita.

1. Jika memungkinkan, usahakan mengkonsumsi makanan organik. Hindari buah, sayur, daging, dan produk-produk lain yang mengandung residu pestisida, pengawet, dll.

2. Jika memasak, jangan lupa ikut sertakan bawang. Zat kimia alami allicin pada bawang dapat berperan dalam memerangi bakteri yang ada dalam makanan kita. Gunakan satu sendok makan bawang segar untuk pelengkap menu makanan kita (bisa dibuat salad atau dicampurkan langsung pada makanan).

3. Hindari bahan makanan yang mengandung pengawet. Sebisa mungkin gunakan bahan makanan yang segar. Pengawet yang terakumulasi dalam tubuh bisa mengakibatkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan kita karena bisa bertindak sebagai racun.

4. Jangan mengkonsumsi kopi, teh, anggur secara berlebihan.

5. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber gula sederhana, baik gula alami atau buatan (misalnya jus buah, dll). Gula merupakan sumber yang baik bagi microorganisme berkembang biak.

Sumber: Article Health And Fitness

Saturday, April 12, 2008

Apa Anda Tahu Kalau Anda Stres?

Seringkali kita berkata, "Saya lagi stres nih!", padahal seringkali kita tak bisa menjawab kalau ditanya apa tandanya kalau kita sedang terkena stres?

Nah berikut ada sedikit informasi bagi kita untuk tahu jangan-jangan kita memang sedang terkena stres. Dengan demikian minimal kita bisa melakukan tindakan untuk mengatasinya.

Silakan Anda jawab pertanyaan-pertanyaan ini yah! (jangan ragu...hehehe). Pertanyaan-pertanyaan ini menggambarkan efek apa aja ketika kita terkena stres.

1. Apa Anda sering mengalami kelelahan secara berkesinambungan?
2. Apa Anda mengalami gangguan tidur di malam hari dan bangun tidur di pagi hari?
3. Apa Anda mudah terpancing untuk marah?
4. Apa Anda suka gemetar secara tiba-tiba?
5. Apa Anda punya pengalaman mengalami penurunan atau peningkatan berat badan secara drastis?
6. Apa Anda mudah terkena flu?
7. Apa Anda mengalami penurunan gairah seks?
8. Apa Anda menjadi mudah menangis?
9. Apa Anda sering gelisah akhir-akhir ini?
10. Apa Anda mengkonsumsi makanan untuk menyamankan diri Anda?
11. Apa Anda seringkali terkena migren atau sakit kepala?
12. Apa mood Anda seringkali terganggu?

Sumber: Reader's Digest

Thursday, April 10, 2008

Cukup 10 Menit Hilangkan Stres

Pernah merasakan stress saat kerjaan di kantor sedang menumpuk atau sedang dikejar deadline? Tentu report bukan? Tenang anda tidak sendiri, mungkin hampir semua orang pernah mengalaminya. Berikut saya kutipkan beberapa tips untuk mengatasinya.

1. Saat stress, otot-otot kita menegang, jadi yang perlu kita lakukan melemaskan kembali otot-otot tersebut dengan cara relaksasi.

2. Tekniknya cukup sederhana. Perlambatlah ritme nafas. Tarik nafas dalam-dalam. Gunakan rongga perut, bukan dada untuk menyimpan udara. Embuskan perlahan-lahan. Lakukan pernafasan sambil melakukan gerakan:

*) Mengembangkan dada. Berdirilah dengan kedua lengan berada di samping Anda. Angkat kedua lengan dan bernafaslah dalam-dalam. Tanpa menurunkan kedua lengan, tariklah dan keluarkan nafas pelan-pelan sebanyak yang Anda bisa. Ulangi latihan ini sekurang-kurangnya tiga kali.

*) Mengangkat bahu. Angkat kedua bahu sampai sejajar dengan telinga. Tariklah bahu ke belakang. Bayangkan kedua bahu saling menyentuh. Lalu turunkan bahu. Ulangi gerakan ini beberapa kali. Sesuaikan waktu gerakan dengan pernafasan yang dalam.

*) Memutar leher. Turunkan dagu ke dada dan putarlah kepala searah jarum jam, satu lingkaran, sampai kepala berada pada posisi awal. Lalu putarlah kepala dengan arah berlawanan dengan jarum jam. Sesuaikan gerakan ini dengan pernafasan yang dalam. Lakukan beberapa kali.

Lakukan tips ini sampai Anda benar-benar merasa rileks kembali. Mungkin 10 menit sudah cukup bagi Anda untuk mengembalikan kesegaran tubuh dan siap kembali melanjutkan aktifitas.

Sumber: Stres jangan jadi oleh-oleh (majalah intisari).

Wednesday, April 09, 2008

Makan dengan Kata Hati

Mahatma Gandhi pernah berkata, "True taste is in the heart, not on the tounge". Beliau menganjurkan kita makan bukan hanya sekedar dengan mulut atau lidah tetapi juga dengan hati.

Kenapa hati punya peranan penting ketika kita makan? Usut punya usut ternyata keadaan hati kita yang nyaman, tenang dan penuh syukur membuat makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan mengalami metabolisme lebih baik.

Hati juga bisa kita jadikan sebagai penasihat saat tubuh ini memerlukan makanan. Tidak hanya sekedar kenyang, makanan yang kita konsumsi harus memiliki manfaat yang besar bagi tubuh kita. Dengan demikian kesimbangan kesehatan akan terjaga dengan baik.

Mungkin ini beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam menjaga keselarasan pola makan kita.

1. Hindari memilih makanan karena faktor emosi atau selera sesaat. Yang terpenting adalah apakah tubuh kita benar-benar butuh makanan tersebut. Apakah gizinya cukup buat kebutuhan nutrisi kita.

2. Hindari perilaku makan yang berlebihan seperti kekenyangan, apalagi sampai membuang-buang makanan.

3. Makan dengan hati yang senang. Neurolopsikologis menemukan bahwa orang yang menghargai makanan dan saat-saat mereka makan, akan lebih efektif dan efisien dalam mencerna makanan. Dibanding orang yang makan sambil nonton televisi, dll.

4. Kunyahlah makanan kita sampai lembut, atau dengan kata lain jangan terburu-buru saat makan. Bahkan dalam ajaran islam, dalam memakan sesuatu kita dianjurkan mengunyah makanan dalam mulut minamal 32 kali, artinya harus benar-benar halus. Ini akan membantu tugas berat lambung dalam melakukan proses lanjutan. Selain itu mengunyah dalam waktu yang cukup lama membuat enzim pencernaan dalam mulut akan bekerja lebih maksimal sehingga akan lebih mengefektifkan proses diserapnya nutrisi ke dalam tubuh kita.

5. Jangan banyak minum saat makan. Terlalu banyak cairan yang masuk saat minum membuat asam lambung dan enzim pencernaan menjadi terencerkan. Akibatnya kerja mencerna makan pun tidak berjalan secara efektif. Para ahli nutrisi Cina menganjurkan kita minum 1-2 jam sebelum atau sesudah makan (tidak pada saat kita makan).

6. Hindari makan sambil mengerjakan aktifitas fisik. Saat kita makan, satu setengah bagain dari suplai darah seluruh tubuh diperlukan organ pencernaa ketika mencerna makanan. Kegiatan fisik saat makan akan memindahkan suplai darah dari organ pencernaan, sehingga aktifitas metabolisme menjadi tidak efektif. Biasakan beristirahat dari aktifitas fisik 1 jam sebelum makan untuk membantu aliran suplai darah ke organ pencernaan.

Sumber
Intisari Edisi Mind, Body, & Soul