Seorang ahli kesehatan Amerika pernah berujar, "Ayo kita lukis piring kita dengan warna-warni!". Nah looh apa maksudnya yah? Apa karena orang bule sudah kehabisan media untuk melukis sampai-sampai piring makan pun harus dikorbankan?
Eit...ternyata bukan begitu maksudnya! Maksud sesungguhnya adalah agar kita memperhatikan warna-warni makanan yang kita santap! Karena ternyata warna makanan yang kita konsumsi juga bisa kita jadikan sebagai sumber pengetahuan kita terutama bagi pemeliharaan kesehatan kita tentu yang bersifat alami! Kok bisa?
Apa alasannya?
Begini sahabat-sahabat sekalian. Ternyata warna alami yang dikandung dalam makanan selain menambah daya tarik makanan tersebut juga mengandung keuntungan yang lain yang jauh lebih besar! Warna alami makanan ini tak lain atau tak bukan adalah berasal dari zat kimia alami yang terkandung di dalamnya. Masing-masing zat alami ini menghasilkan warna yang berbeda. Berikut contohnya:
1. Warna Merah
Warna ini ditimbulkan karena adanya zat kimia lycopene, phytoene, phytofluene, atau vitamin E. Zat-zat ini sangat baik sebagai zat antioksidan, menghambat mutasi sel, menurunkan cidera asam nukleat, mengurangi penyakit pembuluh darah jantung, mencegah penyakit kanker, dan berbagai fungsi lainnya. Contohnya kita bisa temukan pada buah tomat, dan makanan yang berwarna sejenis.
2. Warna Hijau
Makanan yang mengandung warna alami hijau biasanya dikarenakan adanya kandungan zat glucosinate, isothiocyanate (zat anti kanker), indole3carbinol (zat anti oksidan yang sangat kuat, dan mencegah kerusakan sel karena radikal bebas), dan asam folat (zat yang baik bagi pembentukkan dan perawatan sel-sel tubuh). Contohnya bisa kita jumpai pada sayur-sayuran yang biasa kita makan seperti brokoli, kacang-kacangan, dll.
3. Warna Hijau-Kuning
Biasanya mengandung zat lutein atau zeazanthin (zat yang baik bagi kesehatan mata kita). Banyak ditemukan pada telur, bayam, brokoli, jagung, dll.
4. Warna Oranye
Yang biasa kita temukan pada wortel, dan sejenisnya, mengandung zat alpha atau betha caroten, dan betha cryptoxanthin. Senyawa-senyawa kimia alami ini sangat baik bagi kesehatan kita karena berperan sebagai zat antioksidan yang melawan radikal bebas. Contohnya banyak terkandung pada wortel, kentang, peach, dll.
5. Warna Oranye - Kuning
Biasanya makanan yang berwarna alami kuning banyak mengandung vitamin c (baik untuk memelihara sistem kekebalan alami tubuh kita) dan flavonoid (zat yang sangat baik karena aktifitas antioksidannya). Buah jeruk, anggur, teh, ginko adalah sumber alami dari zat-zat ini.
6. Warna Merah - Ungu
Makanan ini banyak mengandung zat kimia anthocyanin, ellargic acid, dan flavonoid. Zat-zat ini juga merupakan zat antioksidan yang sangat baik. Zat ini banyak terkandung dalam blueberry, cranberry, bilberry, blackberry, blackcurrant, cherry, beras hitam, anggur merah, dan kol. Sedangkan pisang, asparagus, kentang, dan pear mengandung zat ini dalam jumlah sedikit.
Nah, dengan kita tahu warna makanan yang kita konsumsi dan zat apa yang menyebabkannya, dan tentu fungsi yang dikandungnya, kita akan semakin bijak dalam memilih makanan yang baik bagi konsumsi tubuh kita. Tentu agar kesehatan alami tubuh kita bisa selalu terjaga!
Monday, September 29, 2008
Sunday, September 28, 2008
Melamin, Benarkah Berbahaya?
Hari-hari ini media kita dan media luar negeri sedang gencar-gencarnya menyoroti masalah kandungan senyawa kimia "berbahaya" tertentu di dalam produk-produk susu cina. Melihat korban yang banyak berjatuhan - data sampai 22 September 2008 menunjukkan lebih dari 53,000 bayi mengalami sakit, dan lebih dari 12,800 harus masuk rumah sakit, 4 di antaranya dilaporkan meninggal dunia - membuat banyak negara kalang kabut dan menyetop impor produk susu dari cina.
Usut punya usut ternyata biang keroknya adalah kecurangan produsen susu cina yang menambahkan melamin ke dalam produknya dengan maksud untuk meningkatkan kadar proteinnya apabila produknya nanti diuji laboratorium. Tentu tak lain dengan maksud ingin mengeruk untung yang besar dan berlipat.
Ternyata efeknya tidak hanya produk susu cina yang terkena. Jepang baru-baru ini menguji seluruh produk susu impor dari negara-negara lain untuk mengecek ada atau tidaknya melamin di produknya, termasuk produk susu asal Indonesia.
Indonesia pun tak kalah gencarnya "melindungi" konsumennya dengan menarik produk-produk susu asal cina dan mengujinya, dan ternyata memang dari data terbaru ada yang mengandung melamin.
Tapi sebenarnya melamin itu apa sih (awas jangan sampai tertukar dengan melanin - zat warna alami pada kulit atau rambut kita)? apakah memang sangat berbahaya sehingga kita dibuat kalang kabut?
Melamin adalah basa organik dan sebuah trimer dari cyanamide, dengan 1,3,5-triazine skeleton. Seperti cyanamide, melamin mengandung 66% nitrogen (diukur sebagai bobot) dan jika digabung dengan resin, memiliki sifat tahan api karena gas nitrogen yang dihasilkannya ketika zat ini dibakar. Seyawa ini juga banyak diaplikasikan di dunia industri.
Melamin yang digunakan pada dunia industri dibuat dari kombinasinya dengan formaldehyde yang akan menghasilkan resin melamine, suatu plastik yang sangat tahan panas, dan busa melamin, sebagai produk polimer pembersih. Jadi BUKAN untuk zat tambahan pada makanan. Dan karenanya berbahaya jika sampai dikonsumsi.
Melamin sendiri dalam jumlah yang kecil bersifat non toksik, namun reaksinya dengan asam cyanuric, sangat berbahaya bagi ginjal karena membentuk melamine cyanurate yang tidak larut sehingga sulit dimetabolisme dalam tubuh.
Melamin dapat membuat iritasi bila terhisap dan bila kontak dengan mata atau kulit. Melamin juga dapat mengakibatkan kerusakan pada reproduksi, kandung kemih, dan batu ginjal. Juga dapat menyebabkan kanker.
Karenanya adalah tepat jika kita mengkaji ulang pemakaian susu formula! Gunakan ASI (air susu ibu) untuk menghindari hal-hal seperti ini. Selain alami, ASI juga murah meriah bukan!
Perlu diperhatikan juga jika kita memakai wadah makanan kita dari plastik (salah satu aplikasi resin melamin). Karena pada tingkatan ppm (bagian per sejuta, resin mengandung melamine dilaporkan dapat bermigrasi ke dalam makanan atau minuman kita.
JADI SEKALI LAGI, GUNAKAN PRODUK YANG ALAMI DEMI MASA DEPAN ANAK-ANAK KITA!
Usut punya usut ternyata biang keroknya adalah kecurangan produsen susu cina yang menambahkan melamin ke dalam produknya dengan maksud untuk meningkatkan kadar proteinnya apabila produknya nanti diuji laboratorium. Tentu tak lain dengan maksud ingin mengeruk untung yang besar dan berlipat.
Ternyata efeknya tidak hanya produk susu cina yang terkena. Jepang baru-baru ini menguji seluruh produk susu impor dari negara-negara lain untuk mengecek ada atau tidaknya melamin di produknya, termasuk produk susu asal Indonesia.
Indonesia pun tak kalah gencarnya "melindungi" konsumennya dengan menarik produk-produk susu asal cina dan mengujinya, dan ternyata memang dari data terbaru ada yang mengandung melamin.
Tapi sebenarnya melamin itu apa sih (awas jangan sampai tertukar dengan melanin - zat warna alami pada kulit atau rambut kita)? apakah memang sangat berbahaya sehingga kita dibuat kalang kabut?
Melamin adalah basa organik dan sebuah trimer dari cyanamide, dengan 1,3,5-triazine skeleton. Seperti cyanamide, melamin mengandung 66% nitrogen (diukur sebagai bobot) dan jika digabung dengan resin, memiliki sifat tahan api karena gas nitrogen yang dihasilkannya ketika zat ini dibakar. Seyawa ini juga banyak diaplikasikan di dunia industri.
Melamin yang digunakan pada dunia industri dibuat dari kombinasinya dengan formaldehyde yang akan menghasilkan resin melamine, suatu plastik yang sangat tahan panas, dan busa melamin, sebagai produk polimer pembersih. Jadi BUKAN untuk zat tambahan pada makanan. Dan karenanya berbahaya jika sampai dikonsumsi.
Melamin sendiri dalam jumlah yang kecil bersifat non toksik, namun reaksinya dengan asam cyanuric, sangat berbahaya bagi ginjal karena membentuk melamine cyanurate yang tidak larut sehingga sulit dimetabolisme dalam tubuh.
Melamin dapat membuat iritasi bila terhisap dan bila kontak dengan mata atau kulit. Melamin juga dapat mengakibatkan kerusakan pada reproduksi, kandung kemih, dan batu ginjal. Juga dapat menyebabkan kanker.
Karenanya adalah tepat jika kita mengkaji ulang pemakaian susu formula! Gunakan ASI (air susu ibu) untuk menghindari hal-hal seperti ini. Selain alami, ASI juga murah meriah bukan!
Perlu diperhatikan juga jika kita memakai wadah makanan kita dari plastik (salah satu aplikasi resin melamin). Karena pada tingkatan ppm (bagian per sejuta, resin mengandung melamine dilaporkan dapat bermigrasi ke dalam makanan atau minuman kita.
JADI SEKALI LAGI, GUNAKAN PRODUK YANG ALAMI DEMI MASA DEPAN ANAK-ANAK KITA!
Tuesday, September 16, 2008
Mengenal Lebih Dekat Kurma, "Sang Raja Buah"
Ibnu Qayyim dalam bukunya Zaad al-ma'ad berkata, "Kurma adalah buah yang paling mulia dan paling bermanfaat. Ia adalah raja buah-buahan, penguat lever, pelembut tabiat".
Bulan Ramadhan alhamdulillah sudah memasuki hari ke-16. Tentu tubuh kita sudah semakin terbiasa terhadap kondisi haus dan lapar di siang hari. Jadi keluh kesah mungkin sudah jauh dari benak kita. Insya allah jika sudah demikian maka kedepannya kita akan lebih khusyu' dalam beribadah di bulan suci ini.
Ingat bulan ramadhan, tentu kita takkan lupa sama yang namanya kurma, buah yang paling dicari untuk berbuka, karena memang selain bernilai sunnah, juga banyak mengandung manfaat.
Meski mungkin sudah banyak yang tahu manfaat kurma bagi kesehatan, tidak salahnya bukan jika saya menyebutkan beberapa diantaranya:
- Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dippompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh".
- Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran.
Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui. - Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.
- Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.
- Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.
- Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.
- Kurma mengandung potasium yang tinggi. Potasium bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, untuk terapi darah tinggi, serta membersihkan karbon dioksida dalam darah. Potasium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul syaraf.
- Berbagai mineral yang diperoleh dari kurma bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam cairan tubuh.
- Mengandung zat tannin yang tinggi. Dapat digunakan untuk anti-diare, anti-hemostatis, dan anti-hemoroid
- Obat flu, radang tenggorokan.
- Mengatasi mabuk
- Meningkatkan thrombosit pada penderita demam berdarah
Dikutip dari beberapa sumber.
Subscribe to:
Posts (Atom)











