Studi mutakhir menunjukkan, kekurangan vitamin B menyebabkan melemahnya daya kognitif dan pelbagai kelainan fisik. Ini bisa menimbulkan kepikunan (demensia), baik Alzheimer maupun vascular.
Penelitian menemukan, di dalam tubuh penderita kepikunan, terutama Alzheimer, konsentrasi serum vitamin B rendah. Makin kurang konsentrasi serum mikronutrien ini, semakin berat tingkat kepikunannya. Selain itu dalam diri penderita yang sama juga ditemukan tingginya kandungan serum homosistein (asam amino yang diatur oleh asam folat dalam sel darah merah, yang dalam keadaan normal akan diubah ke dalam asam amino yang lain untuk digunakan tubuh).
Homosistein dikenal juga sebagai factor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dan meningkatnya konsentrasi homosistein menghasilkan pengerasan pembuluh darah dan berujung kepada stroke. Makanya dalam keadaan normal, kandungan homositein di dalam tubuh selalu terbatas.
Menurut studi juga ditemukan adanya hubungan terbalik antara konsentrasi homositein dan pelebaran hippocampal (bagian otak yang menyimpan ingatan). Makin tinggi kandungan homosistein makin sempit hippocampal, begitu pula sebaliknya. Hippocampal yang menciut menandakan lemahnya daya memori. Tak hanva itu, meningkatnya kadar homosistein juga mengakibatkan ateroskerosis, vasotoksis (racun terhadap pembuluh darah) yang menimbulkan penyakit pembuluh darah dan penciutan otak.
Penelitian pada pasien usia lanjut yang relative sehat dengan status plasma vitamin B12 rendah dan melemahnya kognitif, pemberian suplemen kobaltamin (vitamin B12) terbukti menurunkan plasma homosistein. Berdasarkan tanda elektrografik tampak, fungsi otak membaik. Selain itu hasil tes verbal learning dan verbal fluency juga menunjukkan hasil yang membaik.
Saran:
1. Makanlah buah-buahan dan sayuran, terutama sayuran hijau
2. Makanlah makanan yang mengandung banyak asam folat seperti sereal, kacang-kacangan, kacang panjang, bayam, asparagus, dll.
Sumber : Majalah Intisari Mind Body & Soul Vol. 5
Wednesday, May 13, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)









0 comments:
Post a Comment