Wah jangan bilang-bilang dokter yah, bisa-bisa tulisan saya menjadi inceran mereka nih (hehehe...GeER amat yah). Sebenarnya bukan maksudnya sama sekali gak harus pergi ke dokter sih, tapi hanya untuk tidak terlalu bergantung saja kepada dokter. Karena jika sekali kita "berhubungan" dengan bapak atau ibu dokter, dijamin kita akan susah mencegah obat-obatan mengalir ke tubuh kita. Dan mungkin kita bisa sembuh dari penyakit yang kita derita, tapi ada dampak atau efek samping obat yang mungkin bakal kita dapati nantinya.
Yah dokter akan dengan senang hati menganjurkan kita meminum obat ini, obat itu, yang mungkin harganya tidak murah. Nah dari pada begitu, mendingkan kita mencoba-coba diagnosis sendiri penyakit kita , dan berusaha mencari obatnya secara alami, syukur-syukur kita bisa melakukan upaya pencegahan.
Nah klo begitu apa yang bisa kita gunakan untuk diagnosisnya? Ternyata cukup mudah dan gratis. Manfaatkan saja kearifan alami tubuh kita. Misalnya kita ingin tahu apa makanan yang kita makan selama ini sudah "benar" atau belum, alias cukup gizi yang dibutuhkan tubuh atau tidak, amati buang air besar (BAB) kita.
Coba kita iseng amati buang air besar kita. Jika kecenderungannya agak sulit dan jarang. Kalau bisa pun agak keras dan susah, maka bisa jadi kita kurang konsumsi serat dan minum air putih yang cukup. Nah kalau sudah tau begitu, cepat-cepatlah kita menambah porsi makan serat (misalnya sayur dan buah) pada makanan kita. Jangan lupa konsumsi air putih yang mencukupi.
Atau mungkin setelah kita amati BAB kita mengandung darah? wah waspadalah mungkin adanya kelecetan di sekitar anus atau bisa jadi kita mengindap wasir. Kalau sudah begini, cara mengatasinya secara alami menurut dokter adalah dengan banyak makan makanan yang berserat dan minum banyak air mineral.
Begitu pula jika BAB kita cenderung ke arah diare, kemungkinan besar ada yang salah di makanan yang kita konsumsi, misalnya kurang bersih, tidak sesuai dengan yang biasa kita konsumsi (misalnya kita kita tidak biasa mengkonsumsi makanan pedas, tetapi saat itu kita iseng mencobanya karena tertarik), atau adanya zat racun (misalnya antibiotik, pemanis dan pengawet buatan, dll) yang ikut masuk ke tubuh melalui makanan kita, dll. Nah kalau sudah begitu, cobalah memperbanyak konsumsi air putih dan zat elektrolit alami misalnya cairan garam dan gula atau yang kita kenal cairan oralit. Coba juga konsumsi daun jambu biji yang masih muda, ditumbuk dan dicampur sedikit garam, dan kemungkinan pengobatan alami lainnya.
Selain belajar dari tanda-tanda yang muncul pada BAB kita, masih banyak saranan lain di dalam tubuh yang bisa kita gunakan untuk mendiagnosis kita terkena penyakit atau tidak, contoh air seni kita. Tentu sarana ini diciptakan tuhan bukan sia-sia dan kita harus bisa memanfaatkan untuk kehidupan kita yang jauh lebih baik nantinya.
Wednesday, January 28, 2009
Monday, January 26, 2009
Belajar dari Kearifan Alam
Seorang teman bercerita. "Tau ga klo gue curhat sama nyokap tentang sakit apapun yang gue alami sekarang, pertanyaan pertama yang meluncur dari nyokap, "Kamu makannya gimana?"
Benarkah ada hubungannya antara penyakit yang kita alami dengan makanan yang kita konsumsi? Saya termasuk orang yang pecaya itu sangat berhubungan erat bagaikan dua mata sisi dari satu koin uang, tak bisa dipisahkan.
Contoh sederhananya, pernahkah Anda sakit perut? tentu iya bukan?! Nah sekarang kita coba runut, kira-kira sakit perut kita ada hubungannya tidak dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita? Pasti ada bukan?! Misalnya mungkin juga perut kita mulas karena kita habis makan makanan yang pedas, atau mungkin yang kurang bersih?
Belum lagi contoh-contoh yang lainnya. Pokoknya menurut saya, dari penyakit yang dianggap sepele, yang resikonya kecil sampai yang sangat serius dan memiliki resiko tinggi pula, misalnya kematian, pasti ada hubungannya dengan apa yang kita makan.
Jadi jika tubuh kita sudah mulai merasa tidak nyaman, coba kita ingat-ngat makanan apa yang habis kita konsumsi atau bahkan mungkin yang seharusnya kita konsumsi tetapi kita sepelekan atau terlupakan. Nah kalau sudah ketemu, insya allah kita akan bisa melakukan tindakan apa yang harus segera kita lakukan untuk mengantisipasi agar penyakit tersebut jangan sampai berdampak negatif dan serius bagi tubuh kita.
Jadi jangan pernah lelah belajar dari kearifan alam...
Benarkah ada hubungannya antara penyakit yang kita alami dengan makanan yang kita konsumsi? Saya termasuk orang yang pecaya itu sangat berhubungan erat bagaikan dua mata sisi dari satu koin uang, tak bisa dipisahkan.
Contoh sederhananya, pernahkah Anda sakit perut? tentu iya bukan?! Nah sekarang kita coba runut, kira-kira sakit perut kita ada hubungannya tidak dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita? Pasti ada bukan?! Misalnya mungkin juga perut kita mulas karena kita habis makan makanan yang pedas, atau mungkin yang kurang bersih?
Belum lagi contoh-contoh yang lainnya. Pokoknya menurut saya, dari penyakit yang dianggap sepele, yang resikonya kecil sampai yang sangat serius dan memiliki resiko tinggi pula, misalnya kematian, pasti ada hubungannya dengan apa yang kita makan.
Jadi jika tubuh kita sudah mulai merasa tidak nyaman, coba kita ingat-ngat makanan apa yang habis kita konsumsi atau bahkan mungkin yang seharusnya kita konsumsi tetapi kita sepelekan atau terlupakan. Nah kalau sudah ketemu, insya allah kita akan bisa melakukan tindakan apa yang harus segera kita lakukan untuk mengantisipasi agar penyakit tersebut jangan sampai berdampak negatif dan serius bagi tubuh kita.
Jadi jangan pernah lelah belajar dari kearifan alam...
Subscribe to:
Posts (Atom)











