Kenapa seseorang bisa mengingat wajah teman dekatnya secara detail walaupun mungkin saat itu orang tersebut tidak berada di sampingnya? Apakaha karena memori yang dipengaruhi oleh rasa sayang semata?
Ternyata tidak! Sejumlah ilmuwan di Universitas Zurich, Swiss, yang dimuat dalam Journal of Neuroscience, Januari lalu mengungkapkan fakta bahwa hal tersebut tidak lepas dari peran hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi penting bagi pembentukkan daya ingat social seseorang.
Satu dosis oksitosin yang disemprotkan melalui lubang hidung mempermudah seseorang mengingat kembali wajah orang lain yang dijumpainya di hari sebelumnya. Tetapi ternyata hormone ini tidak membantu memori terhadap bangunan, hiasan, pemandangan, bahkan patung orang.
Penelitian menunjukkan dari 41 orang relawan, 22 di antaranya disemproti oksitosin, dan 19 orang lagi disemproti placebo alias hormone pura-pura tanpa mereka ketahui yang kemudian diperlihatkan 84 foto wajah orang dan 84 foto aneka benda, yang setiap gambarnya diperlihatkan 15 detik, dan sehari kemudian kedua kelompok ini diperlihatkan kembali gambar yang sama dengan system acak, diperoleh data 22 orang yang menghirup hormone memiliki “tingkat daya ingat” 46% pada wajah orang. Sementara 19 orang yang hanya menghirup placebo menghasilkan angka 36%. Sementara itu yang menyangkut gambar selain orang (bangunan, patung, pemandangan, dll), kedua kelompok itu memiliki angka 44%.
http://terasilmu.wordpress.com
Thursday, May 14, 2009
Wednesday, May 13, 2009
Cegah Kepikunan dengan Vitamin B
Studi mutakhir menunjukkan, kekurangan vitamin B menyebabkan melemahnya daya kognitif dan pelbagai kelainan fisik. Ini bisa menimbulkan kepikunan (demensia), baik Alzheimer maupun vascular.
Penelitian menemukan, di dalam tubuh penderita kepikunan, terutama Alzheimer, konsentrasi serum vitamin B rendah. Makin kurang konsentrasi serum mikronutrien ini, semakin berat tingkat kepikunannya. Selain itu dalam diri penderita yang sama juga ditemukan tingginya kandungan serum homosistein (asam amino yang diatur oleh asam folat dalam sel darah merah, yang dalam keadaan normal akan diubah ke dalam asam amino yang lain untuk digunakan tubuh).
Homosistein dikenal juga sebagai factor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dan meningkatnya konsentrasi homosistein menghasilkan pengerasan pembuluh darah dan berujung kepada stroke. Makanya dalam keadaan normal, kandungan homositein di dalam tubuh selalu terbatas.
Menurut studi juga ditemukan adanya hubungan terbalik antara konsentrasi homositein dan pelebaran hippocampal (bagian otak yang menyimpan ingatan). Makin tinggi kandungan homosistein makin sempit hippocampal, begitu pula sebaliknya. Hippocampal yang menciut menandakan lemahnya daya memori. Tak hanva itu, meningkatnya kadar homosistein juga mengakibatkan ateroskerosis, vasotoksis (racun terhadap pembuluh darah) yang menimbulkan penyakit pembuluh darah dan penciutan otak.
Penelitian pada pasien usia lanjut yang relative sehat dengan status plasma vitamin B12 rendah dan melemahnya kognitif, pemberian suplemen kobaltamin (vitamin B12) terbukti menurunkan plasma homosistein. Berdasarkan tanda elektrografik tampak, fungsi otak membaik. Selain itu hasil tes verbal learning dan verbal fluency juga menunjukkan hasil yang membaik.
Saran:
1. Makanlah buah-buahan dan sayuran, terutama sayuran hijau
2. Makanlah makanan yang mengandung banyak asam folat seperti sereal, kacang-kacangan, kacang panjang, bayam, asparagus, dll.
Sumber : Majalah Intisari Mind Body & Soul Vol. 5
Penelitian menemukan, di dalam tubuh penderita kepikunan, terutama Alzheimer, konsentrasi serum vitamin B rendah. Makin kurang konsentrasi serum mikronutrien ini, semakin berat tingkat kepikunannya. Selain itu dalam diri penderita yang sama juga ditemukan tingginya kandungan serum homosistein (asam amino yang diatur oleh asam folat dalam sel darah merah, yang dalam keadaan normal akan diubah ke dalam asam amino yang lain untuk digunakan tubuh).
Homosistein dikenal juga sebagai factor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dan meningkatnya konsentrasi homosistein menghasilkan pengerasan pembuluh darah dan berujung kepada stroke. Makanya dalam keadaan normal, kandungan homositein di dalam tubuh selalu terbatas.
Menurut studi juga ditemukan adanya hubungan terbalik antara konsentrasi homositein dan pelebaran hippocampal (bagian otak yang menyimpan ingatan). Makin tinggi kandungan homosistein makin sempit hippocampal, begitu pula sebaliknya. Hippocampal yang menciut menandakan lemahnya daya memori. Tak hanva itu, meningkatnya kadar homosistein juga mengakibatkan ateroskerosis, vasotoksis (racun terhadap pembuluh darah) yang menimbulkan penyakit pembuluh darah dan penciutan otak.
Penelitian pada pasien usia lanjut yang relative sehat dengan status plasma vitamin B12 rendah dan melemahnya kognitif, pemberian suplemen kobaltamin (vitamin B12) terbukti menurunkan plasma homosistein. Berdasarkan tanda elektrografik tampak, fungsi otak membaik. Selain itu hasil tes verbal learning dan verbal fluency juga menunjukkan hasil yang membaik.
Saran:
1. Makanlah buah-buahan dan sayuran, terutama sayuran hijau
2. Makanlah makanan yang mengandung banyak asam folat seperti sereal, kacang-kacangan, kacang panjang, bayam, asparagus, dll.
Sumber : Majalah Intisari Mind Body & Soul Vol. 5
Friday, May 08, 2009
Pemandu Sorak, Olah Raga Paling Berbahaya bagi Remaja Putri
Menjadi pemandu sorak alias cheerleader kerap jadi incaran siswi sekolah. Selain dianggap olahraga bergengsi, aktivitas ini juga mendongkrak popularitas. Padahal olah tubuh ini tergolong jauh lebih berbahaya dibanding olahraga lain. Setidaknya demikian dari hasil statistik kasus kecelakaan yang dicatat National Center for Catastrophic Sports Injury Research.
Olahraga ini terbukti mendominasi sebesar 65,1% dari seluruh jumlah kecelakaan yang terjadi saat siswi berolahraga di sekolah selama 25 tahun belakangan ini. Para periset mengatakan, jumlah sesungguhnya bisa jadi lebih tinggi dari itu sebab banyak kasus yang tidak dilaporkan. Bukan sekedar persendian kaki yang terkilir saja, tapi juga sejumlah kasus fatal, cacat, dan luka serius. Jumlah kecelakaan ini terus meningkat sejak tahun 1982.
Gerakan Sulit
“Faktor utama peningkatan jumlah kecelakaan adalah perubahan aktivitas pemandu sorak, dimana kini juga melibatkan gerakan senam yang berani,” komentar Dr. Frederick O. Mueller, pimpinan peneliti bidang sains dan olahraga di University of North Carolina. “Jika aktivitas ini tidak diajarkan oleh pelatih yang kompeten namun tetap menambah gerakan sulit, maka kecelakaan bisa terus bertambah.”
Makin muda usia cheerleader, makin besar pula risiko terkena kecelakaan. Siswi usia 5-18 tahun mengalami peningkatan kasus kecelakaan. Di AS saja, meningkat dari 10.900 kasus di tahun 1990 menjadi 22.900 kasus di tahun 2002, demikian berdasar data jurnal Pediatrics tahun 2006.
Sumber: http://netsains.com
Diterjemahkan secara bebas dari: Livescience.com
Olahraga ini terbukti mendominasi sebesar 65,1% dari seluruh jumlah kecelakaan yang terjadi saat siswi berolahraga di sekolah selama 25 tahun belakangan ini. Para periset mengatakan, jumlah sesungguhnya bisa jadi lebih tinggi dari itu sebab banyak kasus yang tidak dilaporkan. Bukan sekedar persendian kaki yang terkilir saja, tapi juga sejumlah kasus fatal, cacat, dan luka serius. Jumlah kecelakaan ini terus meningkat sejak tahun 1982.
Gerakan Sulit
“Faktor utama peningkatan jumlah kecelakaan adalah perubahan aktivitas pemandu sorak, dimana kini juga melibatkan gerakan senam yang berani,” komentar Dr. Frederick O. Mueller, pimpinan peneliti bidang sains dan olahraga di University of North Carolina. “Jika aktivitas ini tidak diajarkan oleh pelatih yang kompeten namun tetap menambah gerakan sulit, maka kecelakaan bisa terus bertambah.”
Makin muda usia cheerleader, makin besar pula risiko terkena kecelakaan. Siswi usia 5-18 tahun mengalami peningkatan kasus kecelakaan. Di AS saja, meningkat dari 10.900 kasus di tahun 1990 menjadi 22.900 kasus di tahun 2002, demikian berdasar data jurnal Pediatrics tahun 2006.
Sumber: http://netsains.com
Diterjemahkan secara bebas dari: Livescience.com
Minimalkan Radikal Bebas pada Makanan Bakar atau Panggang!
Banyak orang khawatir terkena kanker saat mengkonsumsi makanan panggang atau bakar (sate, ikan, atau barbekyu). Bukan tidak beralasan memang, kandungan hidrokarbon polisiklik aromatik dan amino heterosiklik (atau yang sering dikenal dengan radikal bebas) yang dihasilkan melalui proses ini, ditengarahi bisa memicu terbentuknya penyakit kanker.
Tetapi jangan khawatir, kita bisa meminimalisir efek negatifnya dengan melakukan beberapa tips berikut:
1. Sebelum dibakar atau dipanggang, rendamlah daging ke dalam bumbu. Proses ini menyebabkan daging menjadi lebih empuk dan mengurangi waktu proses pembakaran atau pemanggangan.
2. Bila perlu masaklah terlebih dahulu daging. Selain mengurangi proses pemasakkan, langkah ini bisa mengurangi jumlah lemak yang ada sehingga bisa meminimalisir terbentuknya asap akibat menetesnya lemak ke dalam bara api. Hati-hati asap yang ditimbulkan bisa berbahaya bagi kesehatan kita!
3. Jangan memasak langsung di atas arang.
3. Bolak-baliklah makanan tersebut sesering mungkin agar tidak gosong.
4. Hilangkan bagian daging yang menghitam atau gosong, untuk menghindari kemungkinan radikal bebas yang terbentuk.
5. Makanlah mentimun setelah menyantap hidangan yang dibakar atau dipanggang. Mentimum ternyata mampu meminimalisir pengaruh radikal bebas akibat daging yang gosong karena proses pemasakkan.
Dari berbagai sumber.
Tetapi jangan khawatir, kita bisa meminimalisir efek negatifnya dengan melakukan beberapa tips berikut:
1. Sebelum dibakar atau dipanggang, rendamlah daging ke dalam bumbu. Proses ini menyebabkan daging menjadi lebih empuk dan mengurangi waktu proses pembakaran atau pemanggangan.
2. Bila perlu masaklah terlebih dahulu daging. Selain mengurangi proses pemasakkan, langkah ini bisa mengurangi jumlah lemak yang ada sehingga bisa meminimalisir terbentuknya asap akibat menetesnya lemak ke dalam bara api. Hati-hati asap yang ditimbulkan bisa berbahaya bagi kesehatan kita!
3. Jangan memasak langsung di atas arang.
3. Bolak-baliklah makanan tersebut sesering mungkin agar tidak gosong.
4. Hilangkan bagian daging yang menghitam atau gosong, untuk menghindari kemungkinan radikal bebas yang terbentuk.
5. Makanlah mentimun setelah menyantap hidangan yang dibakar atau dipanggang. Mentimum ternyata mampu meminimalisir pengaruh radikal bebas akibat daging yang gosong karena proses pemasakkan.
Dari berbagai sumber.
Subscribe to:
Posts (Atom)











