Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Friday, November 27, 2009

Cegah Pikun Dengan Sikat Gigi

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut, salah satunya adalah menjaga agar ingatan tetap tajam. Demikian menurut studi terkini yang dipublikasikan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery, and Pscychiatry.

Menurut para ahli, patogen penyebab gangguan gigi yang disebut Porphyromonas gingivalis dalam jumlah banyak di mulut, terutama pada orang lanjut usia bisa menyebabkan gangguan daya ingat. Patogen ini bisa disingkirkan bila kita rajin menyikat gigi dua kali sehari serta rutin memeriksakan gigi ke dokter.

Dr. James M.Noble dari Columbia College of Physician and Surgeon, New York, AS, mengatakan, orang dengan patogen Porhyromonas gingivalis cukup banyak diketahui mengalami gangguan dalam mengingat huruf atau angka dalam tes keterampilan daya ingat.

Dalam studinya, Noble dan timnya melakukan tes terhadap 2.300 pria dan wanita berusia 60 tahun atau lebih yang diperiksa kesehatan giginya dan mengikuti berbagai tes kemampuan daya ingat dalam National Health and Nutrition Examiniation Survey III yang dilakukan antara tahun 1991 dan 1994.

Secara umum, 5,7 persen lansia mengalami kesulitan dalam tes daya ingat dan 6,5 persen gagal dalam tes penjumlahan dan pengurangan. Para responden yang memiliki kadar patogen tertinggi (lebih dari 119 unit) diketahui yang paling banyak gagal dalam tes tersebut.

Sebelumnya, para ahli telah mengaitkan kondisi gigi dengan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan Alzheimer. Penyakit gusi juga memengaruhi kemampuan otak dalam mengingat.

Sumber: Kompas.com

Membuang Racun Lewat Nafas

Tahukah Anda bahwa tubuh melepaskan hampir 70 persen racun saat bernapas? Jika Anda tidak bernapas dengan baik, racun yang berada di dalam tubuh Anda tidak akan hilang sepenuhnya dengan baik. Ini berarti, sistem-sistem lain yang berada dalam tubuh Anda harus bekerja ekstra yang akhirnya akan menyebabkan Anda menjadi sakit.

Menurut Healing From Within, sebuah situs di internet, untuk dapat bernapas dengan baik, Anda harus menarik napas dalam-dalam lewat perut. Namun yang sering terjadi adalah orang bernapas pendek dan hanya mengisi puncak ketiga paru-paru. Sementara itu, kalau orang sedang kecewa, dia akan mengalami kesulitan bernapas.

Bernapas dalam dengan penuh kesadaran merupakan cara yang sederhana untuk merilekskan tubuh Anda, mengurangi stres dan mengisi sel-sel tubuh Anda dengan oksigen. Berikut ini merupakan sebuah latihan sederhana yang dapat menolong Anda untuk dapat menyadari kondisi Anda sekarang ini. Duduklah tegak lurus bersandar pada kursi. Letakkan telapak tangan di atas puser Anda. Lalu, rilekskan perut dan perlahan tariklah napas dalam-dalam.

Hiruplah udara sampai diafragma benar-benar turun dan rasakan perut Anda yang mengempis. Pada saat Anda mengeluarkan napas, perut akan berkontraksi. Ulangilah gerakan ini beberapa kali. Anda bahkan mungkin dapat mengatakan pada diri sendiri, “Menghirup … menghembus…”.

Kata-kata ini juga akan menolong Anda untuk menyadari diri Anda yang sedang bernapas. Saat Anda mengalami kekecewaan atau stres, cukuplah menarik napas dalam-dalam. Cara ini akan membantu Anda menentramkan situasi batin Anda secara efektif.

Sumber : KOMPAS.com