Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, August 24, 2010

Senam Otak, Cukup 7 Menit!

Selama ini orang lebih memelihara kebugaran fisik ketimbang otak. Padahal otak merupakan pusat dari kontrol segala aktivitas manusia. Banyak cara yang mudah dan murah untuk menjaga kebugaran otak Anda.

Menurut Dr. Ruswaldi Munir, Sp.KO, kebugaran otak didapatkan jika aliran darah ke otak lancar atau pasokan V O2 max-nya memadai. "V O2 max adalah kemampuan ambilan oksigen oleh jantung dan paru-paru, sehingga aliran darah ke semua jaringan tubuh termasuk ke otak akan lebih banyak. Hal ini memungkinkan otak bekerja optimal," jelas staf pengajar pada program studi Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI ini.

Agar otak mendapatkan pasokan V O2 max, maka olahraga adalah jawabannya. Olahraga secara umum dipastikan mampu meningkatkan pasokan V O2 max ke otak. Yang juga tak kalah pentingnya untuk mengaktifkan bagian-bagian otak adalah melakukan senam otak. Fungsi optimalisasi otak akan terjaga, karena mendapat rangsangan terus-menerus.

Ada cara yang mudah dan murah yang ditawarkan Dr. Ruswaldi Munir Sp.KO., untuk melatih kebugaran otak Anda. Panduan gerakan senam kebugaran otak ini cukup dilakukan dalam waktu singkat, yaitu tujuh menit. Anda boleh melakukan kapan dan di mana saja.

1. Sebelum bersenam, minumlah air putih secukupnya.

2. Lakukan pernapasan perut, bisa sambil duduk atau telentang. Letakkan tangan di atas perut, kemudian tarik napas sehingga perut terasa mendorong telapak tangan ke depan. Jika dilakukan sambil tidur bisa meletakkan buku di atas perut. Lakukan pernapasan 2-8 kali.

3. Lakukan gerakan menoleh ke kiri dan kanan secara pelahan, sambil memijit titik-titik di sekitar dada dan perut, selama 4-8 kali pernapasan.

4. Hook-Ups, terdiri dari dua bagian. Pertama, lakukan pernapasan 4-8 kali. Tubuh harus dalam kondisi betul-betul rileks. Cara kedua, letakkan kaki rata di lantai. Ujung-ujung jari tangan saling bersentuhan sambil melakukan pernapasan 4-8 kali.

5. Mengkaitkan kedua tangan. Gerakan ini untuk mengintegrasikan otak. Rentangkan tangan selebar mungkin. Bayangkan otak bagian kiri dan kanan menjadi satu seperti Anda menyatukan dua tangan. Nikmatilah kesatuan ini sambil melakukan pernapasan 4-8 kali.

6. Titik positif. Sentuhlah titik-titik sekitar dahi sambil melakukan pernapasan 4-8 kali. Anda dapat menggunakan waktu ini untuk merencanakan kegiatan sehari.

7. Gerakan silang (cross crawl). Lakukan gerakan silang ini 10-25 kali untuk melengkapi senam menuju otak segar dan bugar. Ini juga merupakan gerakan minimal yang harus Anda lakukan, jika terpaksa tidak bisa melakukan enam gerakan awal di atas.

Sumber: kompas

Wednesday, August 04, 2010

Kaum Muda, Waspadai Kolesterol Tinggi!

WASHINGTON, KOMPAS.com — Makanan bersantan, gorengan, atau menu-menu berlemak memang mengundang selera. Apalagi bagi mereka yang masih berusia muda dan gemar kuliner, menu nikmat tersebut bukanlah pantangan, melainkan suatu tantangan yang membawa kenikmatan.

Meski demikian, kaum muda juga tetap harus berhati-hati karena menurut penelitian terbaru, tingginya kadar kolesterol membuat kaum muda rentan mengalami kerusakan pembuluh darah.

Menurut riset ilmuwan dari Universitas California, San Francisco, dan diterbitkan di jurnal Annals of Internal Medicine, kaum muda usia 20-an perlu memerhatikan kolesterol. Bila kadarnya tinggi, maka kolesterol dapat merusak pembuluh darah dan memicu sakit jantung.

Dalam risetnya, tim yang dipimpin Dr Mark Pletcher memantau kelompok responden berusia 18 hingga 30 tahun. Pemantauan ini dilakukan selama 20 tahun. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa tingginya kolesterol pada usia yang relatif dini meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke saat menginjak usia lanjut.

"Kami biasanya tidak terlalu khawatir tentang risiko penyakit jantung yang menimpa kalangan muda karena biasanya kondisi itu hanya menimpa orang yang sudah berumur. Tapi, anak muda juga penting menjaga kolesterolnya karena kolesterol berdampak pada pembuluh darah Anda nantinya," kata Pletcher.

Pletcher dan timnya mengkaji lebih dari 3.200 data responden (terdiri dari perempuan dan laki-laki kulit hitam dan putih). Mereka yang memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) tinggi di usia muda berisiko lebih besar terkena penyakit jantung, terlepas dari kadar kolesterol mereka yang akan menurun nantinya.

Pletcher mengatakan, berdasarkan riset itu, tidak berarti anak muda harus minum obat penurun kolesterol. Namun, mereka harus menjaga apa yang mereka makan.

"Diet dan olahraga lebih bermanfaat bagi anak muda daripada obat penurun kolesterol larena kami tidak memiliki data yang cukup membuktikan bahwa obat tersebut berdampak langsung dan aman untuk merekomendasikan pada anak muda," kata Pletcher.

Dalam riset sebelumnya, Pletcher menemukan bahwa tekanan darah tinggi pada usia muda memicu risiko lebih tinggi mengidap penyakit jantung koroner di kemudian hari.

Atas dasar itu, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar setiap anak muda berusia 20 tahun atau lebih untuk mengikuti tes kolesterol setiap lima tahun sekali. Mereka yang memiliki kadar kolesterol 200 miligram per desiliter darah berisiko terkena penyakit jantung.

Penelitian ini dianggap penting karena menurut Asosiasi Jantung Amerika, 17,6 juta warga Amerika diperkirakan mengidap penyakit jantung koroner. Adapun penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat dan negara-negara industri lainnya.