Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, March 17, 2011

Fakta Tentang Jerawat!

Sebuah data yang dilansir Digital Health Index Asia Pasific yang dikembangkan perusahaan public relation global, Edelman menyebutkan bahwa pembahasan seputar penyakit kulit menduduki urutan pertama dalam diskusi-diskusi di dunia maya, terutama twitter, media sosial yang saat ini lagi tren. Penyakit yang dianggap sepele seperti jerawat, kutil atau panu jauh lebih populer dibanding pembahasan mengenai penyakit serius penyebab kematian, seperti jantung atau TBC. Monitor perbincangan seputar penyakit ini diadakan selama periode Oktober - Desember 2010.

Melihat data ini, saya cukup penasaran mencari jawabnya. Saya mengambil contoh penyakit jerawat. Ternyata tidak sedikit fakta tentang jerawat yang belum tentu semua orang mengetahui. Inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa topik pembahasan penyakit jerawat selalu ada sisi menariknya dan tentu membuat penasaran. Berikut kami sampaikan beberapa fakta mengenai jerawat:

  1. Dr. Albert M. Kligman, seorang ahli Dermatologi (kulit) pernah berujar, "Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya". Jadi bagi anda yang sekarang berjerawat, jangan merasa minder karena anda tidak sendiri!
  2. Penyebab jerawat yang paling umum adalah faktor hormonal (masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres), tumpukan minyak di kulit, dan infeksi bakteri. Jadi jangan khawatir, jerawat anda mungkin hanya numpang mampir. Kalau penyebabnya sudah berlalu, jerawat dimungkinkan akan hilang dengan sendirinya.
  3. Makan cokelat "aman" bagi orang berjerawat. Cokelat menyebabkan jerawat lebih buruk hanyalah MITOS (American Academy of Dermatology).
  4. Jerawat batu (Cystic acne) biasanya diderita oleh orang yang memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat sejenis. Secara genetik penderitanya memiliki kelenjar minyak yang over aktif, pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal, dan memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.
  5. Jerawat tidak hanya menyerang muka, tetapi juga bisa timbul pada bagian tubuh lainnya seperti punggung, dada, dan lengan atas.
  6. Jangan berlebihan menggunakan kosmetik dan bedak, karena kosmetik yang mengandung banyak minyak atau bedak yang menyatu dengan foundation seringkali dapat menyumbat pori-pori kulit.
  7. Jenis obat tertentu seperti kortikosteroid dapat menyebabkan aktivitas bakteri patogen di kulit meningkat karena adanya penekanan terhadap sistem kekebalan tubuh.

Disarikan dari berbagai sumber.




Friday, March 04, 2011

Jarak Mr P dari Dubur Tentukan Kesuburan Pria

New York, Panjang pendeknya penis memang tidak mempengaruhi kemampuan pria untuk membuahi pasangannya. Ukuran boleh diabaikan, sebab yang lebih menentukan kesuburan pria justru posisi penis dari anus. Makin jauh jaraknya, makin bagus kualitas spermanya.

Dalam istilah medis, jarak antara penis dengan dubur disebut dengan Anogenital Distance (AGD). Jarak tersebut dihitung dari sisi lubang dubur yang paling dekat dengan penis, ditarik garis sampai ke pangkal kantong buah zakar.

Jarak rata-rata antara penis pria dengan dubur memang sangat pendek, yakni 52 mm atau 5,2 cm. Pria yang memiliki penis dengan posisi lebih dekat dengan dubur atau anus, cenderung mengalami masalah kesuburan yang berkaitan dengan volume dan jumlah sel sperma.

Kesimpulan ini diambil dalam sebuah penelitian di University of Rochester, yang dilakukan terhadap 126 pria kelahiran tahun 1988. Penelitian yang dilakukan oleh Sanna Swan ini dipublikasikan pekan lalu dalam jurnal Enviromental Health Perspectives.

"Mengamatinya sangat mudah, siapun bisa melakukan. Tapi juga tidak sangat menentukan, karena kesuburan pria masih dipengaruhi banyak faktor lain termasuk tingkat stres dan suhu di sekitarnya," ungkap Swan seperti dikutip dari Hindustantimes, Jumat (4/23/2011).

Swan juga tidak bisa menjelaskan secara rinci mengapa jarak penis dari dubur bisa mempengaruhi kualitas sperma. Namun ia menduga, temuan ini masih berhubungan dengan 2 penelitian terdahulu yang masing-masing dilakukan pada tahun 2005 dan 2008.

Kedua penelitian tersebut mengungkap, jarak penis dengan dubur pada pria dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah pejanan senyawa phthalate yang sering dipakai sebagai campuran plastik vynil saat masih berada dalam kandungan ibunya.

Selain terdapat dalam plastik vynil dan juga cat mobil, senyawa phthalate juga bisa ditemukan dalam berbagai produk perawatan tubuh sehari-hari. Termasuk di antaranya adalah perlengkapan mandi seperti shampoo dan sabun mandi, serta minyak wangi.

Menurut penelitian, ibu hamil yang banyak terpapar phthalate 10 kali lebih berisiko melahirkan bayi laki-laki dengan jarak penis ke dubur lebih pendek. Dalam penelitian tersebut, pejanan phthalate pada ibu hamil diukur berdasarkan kadar senyawa tersebut dalam urine.

"Penelitian saya memang tidak diarahkan untuk melihat hubungannya dengan pejanan phthalate selama dalam kandungan. Namun kita semua tahu senyawa tersebut memang mempengaruhi kualitas sperma," tambah Swan.

Sumber: Detik

Wednesday, March 02, 2011

Cara Murah Atasi Osteoporosis

Suatu penelitian awal memberi harapan bagi tersedianya pengobatan yang efektif dan murah untuk penyakit keropos tulang atau osteoporosis.

Studi para ilmuwan di Women's College Research Institute and University of Toronto, Kanada, mengindikasikan bahwa penggunaan salep nitrogliserin berpotensi menambah kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.

Seperti dilaporkan Journal of the American Medical Association, pemakaian salep nitrogliserin selama dua tahun pada wanita pascamenopause memberi efek signifikan terhadap peningkatan kepadatan mineral tulang (BMD) dan menurunkan resorpsi tulang.

"Nitrogliserin dapat merangsang pembentukan tulang dan mencegah resorpsi. Ini dapat memberi efek pada kepadatan dan struktur tulang," ungkap peneliti dalam laporannya.

Nitrogliserin sebelumnya telah digunakan secara luas sebagai vasodilator, obat yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan membantu mengatasi problem jantung seperti angina dan gangguan jantung kronik.

Sophie Jamal beserta timnya menguji efikasi salep nitroglycerin bagipeningkatan kepadatan mineral tulang pada bagian lumbar spine, femoral neck dan tulang panggul. Selain menggunakan nitrogliserin, peneliti juga menggunakan placebo sebagai pembanding.

Sebanyak 243 perempuan pascamenopause dilibatkan dalam riset yang berlangsung antara November 2005 hingga Maret 2010 ini. Responden dipilih secara acak untuk menggunakan salep nitrogliserin atau plasebo, yang dibalurkan sebelum tidur selama dua tahun.

Hasilnya menunjukkan, kelompok yang diberikan nitrogliserin menunjukkan peningkatan BMD signifikan pada bagian lumbar spine (6.7 persen), panggul ( 6.2 persen), dan femoral neck (7,0 persen) selama 24 bulan dibanding mereka yang diberi plasebo.

Pengguna nitrogliserin juga mengalami peningkatan BMD dan kekuatan tulang pada tulang radius dan tibia. Selain itu, dibanding plasebo, penggunaan nitrogliserin secara signifikan berkaitan dengan peningkatan alkalin fosfat spesifik, yang merupakan penanda dari pembentukan tulang dan penurunan N-telopeptide (penanda dari resorpsi tulang).

Sementara itu, laporan mengenai efek samping serius tidak terlalu berbeda di antara dua kelompok. Di antara kelompok yang melanjutkan pengobatan selama 24 bulan, kasus sakit kepala dilaporkan terjadi pada 35 persen pengguna nitrogliserin dan 5,4 persen kelompok plasebo pada bulan pertama dan menunjukan penurunan setelah 12 bulan.

"Kesimpulannya, pemberian salep nitrogliserin meningkatkan formasi tulang dan menurunkan resorpsi sehingga memperbaiki BMD, struktur tulang dan indeks kekuatan tulang setidaknya lebih baik dari pengobatan saat ini. Temuan ini juga mengindikasikan penggunaan nitrogliserin setiap hari menurunkan risiko patah tulang vertebral dan non-vertebral. Efikasi nitrat menurunkan risiko patah tulang ini seharusnya diteliti lagi dalam skala yang lebih besar, random dan terkontrol," ujarnya.

Sumber: Kompas

5 Panduan Memilih Jajanan Sehat

Keamanan serta kualitas jajanan anak yang biasa dijual di sekolah memang kerap menimbulkan kekhawatiran para orangtua. Namun, melarang anak untuk tidak jajan sama sekali pun rasanya tidak mungkin karena bisa saja anak terpengaruh teman-temannya. Lagipula, jajanan menyumbang 36 persen dari total energi yang dikonsumsi anak.

Untuk memastikan makanan yang dikonsumsi anak aman, idealnya memang anak dibawakan bekal makanan yang dibuat sendiri di rumah. Namun jika tidak memungkinkan, sebaiknya para orangtua mulai mengajarkan anak bagaimana mengenali dan memilih jajanan yang sehat dan aman.

Berikut ini adalah 5 panduan memilih makanan atau jajanan yang sehat :

1. Hindarilah makanan yang berwarna mencolok atau jauh berbeda dari warna aslinya. Menurut Ir.Chandra Irawan dari Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor, jajanan seperti kerupuk, mi, snack, atau es krim yang berwarna terlalu mencolok ada kemungkinan sudah ditambahi zat pewarna yang tidak aman.

2. Cicipi rasanya. Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam, misalnya sangat gurih dan membuat lidah bergetar. "Biasanya lidah kita cukup jeli membedakan mana makanan yang aman dan yang tidak," katanya.

3. Baui aromanya. Bau apek atau tengik pertanda makanan itu sudah rusak atau terkontaminasi mikroorganisme.

4. Amati komposisinya. Jadilah konsumen cerdas dengan membaca secara teliti kandungan bahan makanan yang ada. Bila ingin membeli produk impor, pastikan produknya sudah terdaftar dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang bisa dicermati dari label dalam kemasan.

5. Perhatikan teksturnya. Tekstur makanan bisa menandakan kesegaran makanan. Makanan yang sudah berubah warna, apalagi berjamur menandakan produk yang sudah kedaluarsa.

Sumber: Kompas