Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Monday, October 03, 2011

Daun Kelor, Si Pengusir Penyakit (Bukan Hantu)

Ujar-ujar mistis kuno menyebutkan, "Usir JIN dengan daun kelor!". Tapi itu dulu, sewaktu jinnya belum mengenal iptek tingkat tinggi. Kalau sekarang saat teknologi di dunia manusia saja sudah maju (apalalagi di dunia jin), jin mungkin tidak lagi lari kalau disodori daun kelor, bahkan bisa jadi malah tersenyum sambil berucap, "Loe (maksudnya daun kelor) dan Gue, End...!"

Nah daripada kurang kerjaan mengusir-usir jin dengan daun kelor, mending kita manfaatkan daun kelor untuk keperluan kita. Karena ternyata khasiat daun kelor luar biasa banyak untuk mengatasi penyakit.

Peneliti di Departemen Kimia, Universitas Allahabad, India membuktikan ekstrak kelor lebih efektif menurunkan kadar gula darah daripada Glipizide, obat rekomendasi dokter untuk mengatasi kencing manis. Pada penelitian ini tikus menderita diabetes militus (DM) dengan kadar gula 300 mg/dl setelah mengkonsumsi 300 mg ekstrak daun kelor, kadar gula darah puasanya turun menjadi 90 mg/dl pada hari ke-21.

Kelor juga ternyata mampu mengatasi penyakit karena pembengkakan limpa karena gangguan fungsi hati seperti kanker hati dan sklerosis hati. Kelor yang kaya akan antioksidan ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, selain dapat menyembuhkan hepatitis, kolesterol tinggi, dan jantung.

Seorang peneliti dari Anna Technology University, Tamilnadu India juga membuktikan daun kelor berkhasiat sebagai pelindung hati (hepatoprotector).

Berikut kandungan daun kelor yang menyebabkannya istimewa:
  • Memiliki kandungan Vitamin C 7x dibandingkan jeruk
  • Memiliki kandungan Vitamin A 4x dibandingkan wortel
  • Memiliki kandungan Kalsium 4x dibandingkan susu
  • Memiliki kandungan Potassium 3x dibandingkan pisang
  • Memiliki kandungan Protein 2x dibandingkan yogurt
  • Memiliki kandungan Zat Besi 0,7x dibandingkan bayam

Ciplukan, Penyebab Sel Kanker Bunuh Diri

Saya dulu masih ingat, sewaktu di kampung, ciplukan menjadi salah satu tumbuhan favorit saya. Buahnya yang bulat kecil, jika sudah matang (berwarna kuning) terasa manis. Orang-orang di kampung saya juga sering memanfaatkan ciplukan untuk direbus dan airnya diminum, katanya sebagai obat penyakit darah tinggi atau paru-paru. Tapi tidak seperti buahnya yang manis, air rebusan daun ciplukan terasa pahit....

Kemarin sewaktu saya iseng-iseng membaca sebuah majalah, ada berita yang cukup menarik. Ternyata daun ciplukan mujarab untuk mengatasi leukemia (kanker darah). Setidaknya itulah hasil penelitian kolaborasi yang dilakukan Pusat Penelitian Biologi, LIPI Bogor dan Departemen Biokimia, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Para peneliti menambahkan masing-masing 50 ppb (bagian per milyar) ekstrak ciplukan, bawang putih, dan bakteri Geobasillus 22a kepada kultur sel kanker limfa dan HL-60 (sel kanker darah). Bawang putih dan bakteri Geobasilus 22a dijadikan sebagai pembanding.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 12 hari, ukuran sel kanker mengecil. Dari ketiga bahan yang berpotensi tersebut, ciplukan terbukti memiliki daya bunuh sel kanker paling tinggi (sekitar 72%).

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah senyawa apakah di dalam ciplukan yang sanggup menghambat sel kanker?

Ternyata unsur Seleniumlah yang berperan penting dalam membunuh sel kanker. Selenium yang merupakan unsur mikro esensial dengan kadar tertinggi di daun, mampu memicu sel kanker untuk melakukan bunuh diri (Apoptosis) karena menghambat perbanyakan DNA sel kanker.

Para peneliti ini juga menyebutkan, ekstrak daun ciplukan sangat berpotensi untuk pengobatan penyakit kanker darah, sementara bawang putih berpotensi di dalam pencegahannya.

Sumber: Majalah trubus edisi 2011